SATU SEMESTER BERSAMA FILSAFAT PENDIDIKAN MATEMATIKA

TUGAS 4

Ulfah Aulia Dewi Yanti

Pendidikan Matematika S1 2017, Universitas Negeri Yogyakarta
Dosen pengampu: Prof. Dr. Marsigit , M.A

SATU SEMESTER BERSAMA FILSAFAT PENDIDIKAN MATEMATIKA

Filsafat Pendidkan Matematika merupakan salah satu mata kuliah yang ada di Universitas Negeri Yogyakarta khususnya untuk program studi pendidikan matematika yang diampu oleh Prof. Marsigit, M.A. Mata Kuliah ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan dan pelayanan kepada mahasiswa untuk membangun pemahaman dan teori tentang filsafat ilmu. Kajian perkuliahan meliputi: 

(1)   Persoalan-persoalan Pokok dalam Pengembangan Ilmu (Matematika dan Pendidikan Matematika)

Membahas mengenai permasalahan pokok dalam pengembangan ilmu matematika dan Pendidikan matematika di Indonesia itu apa saja serta solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut itu seperti apa.

(2)   Karakteristik Ilmu (Matematika dan Pendidikan Matematika) Beberapa karakteristik matematika adalah : a. memiliki objek kajian abstrak;

b.      bertumpu pada kesepakatan;

c.       berpola piker deduktif;

d.      memiliki symbol yang kosong dari arti;

e.      memperhatika semesta pembicaraan (universal);

f.        konsisten dalam sistemnya.

Sedangkan karakteristik Pendidikan matematika adalah :

a.      Memiliki objek kajian konkret dan abstrak;

b.      pola pikirnya induktif dan deduktif;

c.       kebenaran  konsistensi dan korelasional;

d.      bertumpu pada keepakatan;

e.      memiliki symbol yang kosong dari arti dan juga berarti (berarti sudah masuk dalam semesta tertentu)

f.        Taat kepada semesta, bahkan juga dipakai untuk membedakan tingkat sekolah.

Seorang guru atau calon guru diharapkan mengetahui karakteristik matematika karena agar dapat mempunyai wawasan yang luas tentang matematika dan mampu memilih strategi belajar menajar matematika secara tepat.

(3)   Obyek Ilmu (Matematika dan Pendidikan Matematika)

Objek kajian matematika ada empat yaitu fakta, konsep, operasi dan prinsip. 

a.      Objek matematika berupa fakta yaitu kovensi kovensi dalam matematika yang biasanya diungkapkan dalam symbol symbol tertentu.

b.      Objek matematika berupa konsep yaitu ide abstrak yang dapat digunakan untuk menggolongkan atau mengklasifikasikan sekumpulan objek, di mana objek tersebut merupakan konsep atau bukan.

c.       Objek matematika berupa keterampilan atau operasi yaitu pengerjaan hitung, pengerjaan operasi dan pengerjaan matematika yang lain.

d.      Objek matematika berupa prinsip yaitu objek kajian matematika yang lebih komplek, prisip dapat terdiri atas beberapa fakta maupun konsep yang dikaitkan dengan suatu operasi atau relasi.

(4)                           Metode Pengembangan Ilmu (Matematika dan Pendidikan Matematika)

Metode khusus dalam matematika dikenal sebagai axiomatic method (metode aksiomatik) atau hypothetical method (metode hipotetik deduktif).

Sedangkan metode yang digunakan dalam pengembangan Pendidikan matematika adalah metode pembuktian, metode pemecahan masalah, dan metode proyek matematika di luar kelas (outdoor mathematics)

(5)                           Alat Pengembangan Ilmu (Matematika dan Pendidikan Matematika)

Dalam matematika dibutuhkan alat peraga atau media sehingga matematika akan lebih mudah diterima dan dipelajari

(6)                           Sejarah Perkembangan Ilmu (Matematika dan Pendidikan Matematika)

Membahas mengenai sejarah matematika mulai dari matematika zaman Mesopotamia dan mesir kuno sampai zaman kebangkitan abad ke 17.

(7)                           PreAsumsi dan Asumsi Dasar Pengembangan Ilmu (Matematika dan Pendidikan Matematika)

Pre menurut KBBI artinya sebelum. Sedangkan asumsi adalah dugaan yang diterima sebagai dasar atau landasan berpikir yang dianggap benar. Jadi, PreAsumsi merupakan sebelum adanya dugaan yang diterima sebagai dasar.

(8)                           Sumber-sumber dan Batas-batas Pengembangan Ilmu (Matematika dan Pendidikan

Matematika)

Pengembangan sumber belajar matematika dibuat agar siswa dapat lebih paham belajar matematika. Sumber belajar tersebut bisa melalui buku teks matematika, lembar kerja siswa, ensiklopedia matematika atau sumber elektronik.

(9)                           Pembenaran Ilmu (Matematika dan Pendidikan Matematika)

Mempelajari mengenai definisi pembenaran Pendidikan matematika, cara menemukan kebenaran, teori kebenaran matematika, pembenaran Pendidikan matematika, pandangan terhadap pembenaran matematika.

(10)                       Prinsip-prinsip Pengembangan Ilmu (Matematika dan Pendidikan Matematika)

Prinsip prinsip untuk mengembangkan Pendidikan matematika yaitu :

a.      Merefleksikan tentang bagaimana terjadinya proses belajar matematika itu sendiri

b.      Pemusatan belajar dapat menjadi luar dan interdisipliner

c.       Kurikulum. Kurikulum yang diterapkan dalam pembelajaran harus seuai karakteristik siswa dan karakteristik matematika

d.      Pendekatan pembelajaran berpusat ke siswa

e.      Menanamkan konsep pada siswa

(11)                       Berbagai Aliran Pengembangan Ilmu (Matematika dan Pendidikan Matematika) Aliran filsafat matematika antara lain platonisme, absolutism, falibilisme. 

Aliran - aliran yang berpengaruh dalam filsafat pendidikan antara filsafat analitik, progesivisme, eksistensialisme, rekonstruksionisme, dan konstruktivisme. 

(12)                       Ontologi Ilmu (Matematika dan Pendidikan Matematika)

Ontologi adalah cabang filsafat yang membahas segala sesuatu secara menyeluruh. Pembahasan apa yang tampil dan apa yang realita. Tiga teori dalam ontologi adalah: idealisme, materialisme, dan dualisme

(13)                       Epistemologi Ilmu (Matematika dan Pendidikan Matematika)

Epistemologi adalah cabang filsafat yang bersangkutan dengan ilmu pengetahuan. Pokok persoalan epistemologi adalah sumber, asal mula, sifat dasar, bidang, batas, jangkauan, dan validitas serta reliabilitas ilmu pengetahuan.

(14)                       Aksiologi Ilmu (Matematika dan Pendidikan Matematika)

Aksiologi adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki hakikat nilai, pada umumnya dipandang dari sudut kefilsafatan.

(15)                       Filsafat Matematika

Filsafat matematika dan filsafat umum dalam sejarahnya adalah saling melengkapi. Filsafat matematika bersangkut paut dengan fungsi dan struktur teori-teori matematika. Teori-teori itu terbebas dari asumsi - asumsi atau metafisik.

Filsuf matematika antara lain adalah Pythagoras, Plato, Aristoteles, Leibniz, dan Kant. Doktrin Pythagoras antara lain bahwa fenomena yang tampak berbeda dapat memiliki representasi matematis yang identik (cahaya, magnet, listrik sebagai getaran - dapat memiliki persamaan diferensial yang sama). Aristoteles menekankan, menemukan „dunia permanen‟ merupakan realita daripada „apa yang tampak‟. Aristoteles lebih menekankan pada „absraksi‟ daripada „apa yang tampak‟. Leibniz dan Kant menekankan pada proposisi matematis

(16)                       Filsafat Pendidikan Matematika. 

Filsafat pendidikan adalah pemikiran-pemikiran filsafat tentang pendidikan. Dapat mengonsentrasikan pada proses pendidikan, dapat juga pada ilmu pendidikan. Jika mengutamakan proses pendidikan, yang dipersoalkan adalah cita-cita, bentuk, metode, dan hasil dari proses pendidikan. Jika mengutamakan ilmu pendidikan maka yang menjadi pusat perhatian adalah konsep, ide, dan metode pengembangan dalam ilmu pendidikan. Filsafat pendidikan matematika termasuk filsafat yang membahas proses pendidikan dalam bidang studi matematika. 

Pendidikan matematika adalah bidang studi yang mempelajari aspek-aspek sifat dasar dan sejarah matematika, psikologi belajar dan mengajar matematika, kurikulum matematika sekolah, baik pengembangan maupun penerapannya di kelas. Filsafat konstruktivisme banyak mempengaruhi pendidikan matematika sejak tahun sembilan puluhan. Konstruktivisme berpandangan bahwa belajar adalah membentuk pengertian oleh si belajar. Jadi siswa harus aktif. Guru bertindak sebagai mediator dan fasilitator.

 

Setelah mempalajari materi materi tersebut yang dilaksanakan melalui dengan metode pembelajaran diskusi, ekspositori, presentasi dan refleksi mahasiswa diharapkan :

a.      Mampu merencanakan dan mengelola sumberdaya di bawah tanggung jawabnya, dan mengevaluasi secara komprehensif kerjanya dengan memanfaatkan IPTEKS untuk menghasilkan langkah-langkah pengembangan dan penerapan Filsafat Ilmu (Matematika dan Pendidikan Matematika). 

b.      Mampu memecahkan permasalahan sains, teknologi, dan atau seni di dalam bidang keilmuannya melalui pendekatan dan penerapan Filsafat Ilmu (Matematika dan Pendidikan Matematika). 

c.       Mampu melakukan riset dan mengambil keputusan strategis dengan akuntabilitas dan tanggung jawab penuh atas semua aspek pengembangan Filsafat Ilmu (Matematika dan Pendidikan Matematika).

Penilaian mata kuliah ini meliputi kemampuan lisan, tulis dan portfolio dengan aspek aspek meliputi: 

1.  Motivasi mempelajari dan mengembangkan filsafat ilmu (Matematika dan Pendidikan Matematika) 

2.  Sikap yang menunjang pengembangan filsafat ilmu(Matematika dan Pendidikan Matematika)

3.  Pengetahuan aspek pengembangan filsafat ilmu (Matematika dan Pendidikan Matematika) 

4.  Keterampilan pengembangan filsafat ilmu (Matematika dan Pendidikan Matematika) 

5.  Pengalaman pengembangan filsafat ilmu (Matematika dan Pendidikan Matematika)

 

Sumber referensi belajar untuk mata kuliah ini adalah sebagai berikut :

1.      Bolzano, B., 1810, “Appendix: On the Kantian Theory of the Construction of Concepts through Intuitions” in Ewald, W., 1996, “From Kant to Hilbert: A Source Book in the Foundations of Mathematics, Volume I”, Oxford: Clarendon Press

2.      Ernest, P., 1994, Mathematics, Education and Philosophy: An International Perspective. The Falmer Press: London.

3.      Ernest, P., 2002, What Is The Philosophy Of Mathematics Education?

4.      Eves, H and Newsom, C.V., 1964, “An Introduction to the Foundation & Fundamental Concepts of Mathematics”, New York: Holt, Rinehart and Winston

5.      Ewald, W., 1996, “From Kant to Hilbert: A Source Book in the Foundations of Mathematics, Volume I”, Oxford: Clarendon Press

6.      Hers, R., 1997, What is Mathematics, Really?, London: Jonathan Cape

7.      Kant, I., 1781, Critic of Pure Reason, Translatedby J.M.D. Meiklejohn

8.      Mayer, F., 1951, “A History of Modern Philosophy”, New York: American Book Company

9.      Perry, R.B., 1912, Present Philosophical Tendencies: A Critical Survey of Naturalism Idealism Pragmatism and Realism Together with a Synopsis of the Pilosophy of William James, New York: Longmans Green and Co.

10.  https://uny.academia.edu/MarsigitHrd

11.  http://powermathematics.blogspot.com

12.  Facebook : Marsigit Hrd

 Demikian uraian mengenai rencana pembelajaran semester filsafat ilmu (matematika dan Pendidikan matematika)

DAFTAR PUSTAKA :

Sukardjono. 2011. Hakekat dan Sejarah Matematia. Jakarta : Universitas Terbuka.

https://ainudins.blogspot.com https://nove96.wordpress.com

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

IMPLEMENTASI FILSAFAT DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

A Priori Sintetik dan Estetika Transendental

LEARNING THEORY (TEORI BELAJAR)