METAFISIKA KEHIDUPAN
TUGAS 3
Ulfah Aulia Dewi Yanti
METAFISIKA KEHIDUPAN
Metafisika merupakan turunan dari
ilmu filsafat atau cabang filsafat yang berkaitan dengan proses analitis atas
hakikat fundamental mengenai keberadaan dan realitas yang menyertainya. Hidup
manusia itu metafisik. Metafisik itu sifat dibalik sifat, sifat mengikuti sifat
dan sifat mempunyai sifat. Sebaik – baiknya manusia itu sifat mengikuti sifat.
Setelah yang ada masih ada yang ada dan sebelum yang ada masih ada yang ada karena
manusia itu tidak sempurna agar manusia dapat hidup. Manusia itu sempurna di
dalam ketidaksempurnaan dan tidak sempurna dalam kesempurnaan.
Awal dari kegiatan manusia itu ada
dua yaitu fatal dan vital. Berikut ini perbedaan fatal dan vital
|
Fatal |
Vital |
|
Fatal itu terpilih |
Vital itu memilih |
|
Terpilih itu takdir |
Memilih itu ikhtiar |
|
Kenapa takdir? Karena sudah terjadi |
Ikhtiar itu belum terjadi masih
diusahakan |
|
Bersifat tetap karena tidak bisa
diubah oleh siapapun kecuali Allah SWT |
Bersifat tidak tetap atau dapat diubah |
|
Idealisme |
Realisme |
|
Absolut |
Materialistik |
|
Spiritualisme >> Kuasa Tuhan |
Bendaisme |
|
Kausal Prima : Sebab dari sebab |
|
|
Definisi atau ketetapan awal atau
asumsi |
Contoh |
|
Logisism /logika |
Hukum Alam |
|
Logisism itu koherentism |
Korespondensialism. Yang
berkorespondensi itu realita, fakta dan persepsi |
|
Analitik : perjalanan konsep yang
tidak terikat waktu |
Sintetik : interaksi antar dimensi
ruang |
|
Konsisten |
Berubah |
|
Aksioma |
|
|
Teorema |
|
|
Aturan atau hukum |
|
|
Bersifat formal |
|
|
Normatif |
|
|
A priori : paham walaupun belum
melihat atu mengalaminya. A priori itu levelnya orang dewasa |
A posteriori : paham setelah melihat
atau mengalaminya A posteriori levelnya anak – anak,
binatang |
|
Rasionalisme. Tokoh dari rasionalism
adalah Rene Descartes. Rene Descartes juga tokoh skeptisme.Skeptisme itu
sudah ada sejak zaman Yunani kuno. Rene Descartes karena bingung mencari
kepastian antara kenyataan dan mimpi sampai meragukan keberadaan Tuhan. |
Empirisme. Tokoh dari empirisme adalah
David Hume yang menenntang rasionalisme |
|
Seorang tokoh filsuf yang bernama
Permendies menganggap bahwa segala sesuatu itu tetap. |
Seorang tokoh filsuf yang bernama
Herakleitos meganggap bahwa segala
sesuatu itu berubah. |
|
Hukum A = A (Identitas) A = A tidak akan terjadi di dalam
realita, melainkan di dalam idealita atau pikiran. Hukum A = A menghasilkan pengetahuan,
tetapi belum tentu Ilmu Hukum identitas A = A tidak terikat
oleh ruang dan waktu |
Hukum A ≠ A Hukum realita adalah hokum
kontradiktif. Hidup di dunia itu bersifat
kontradiksi |
|
Tautologis |
Newmentry : Pembaharuan |
|
Esa >> Monoism |
Jamak atau pluralism |
Cerdas filsafat itu jika paham ruang
dan waktu. Kebanyakan orang menjadi bermasalah dan menjadi masalah bagi orang
lain karena tidak menguasai dunianya dan bahasa -bahasa dunia.
Hukum
kompromi antara A = A dan A ≠ A adalah A = A + 1 yang mana bisa
benar atau salah dalam kategori fatal dan vital. Pancasila itu monodualism
karena hablumminallah (Hubungan dengan Allah) dan hablumminannas ( Hubungan
dengan manusia).
Satu kunci
yang tidak bisa dibantah untuk membedakan mimpi dan kenyataan adalah bertanya.
(Menjawab kebingungan dari Descartes). Sehingga muncullah Cogito ergo sum : Aku
tidak bermimpi karena aku sedang berpikir (Aku ada karena aku berpikir).
Sebenar – benarnya ilmu menurut Descartes adalah berdasar pada rasio atau
pikiran. Jika tidak berdasar pikiran maka tidak ada ilmu. Menurut David Hume,
sebaik – baiknya ilmu harus berdasarkan pengalaman.
Pendapat Descartes yang benar adalah
a priori sedangkan pendapat David Hume yang benar adalah sintetik. Kalau ilmu
hanya logic saja maka tidak memperoleh apa – apa dan tidak ada perkembangan.
Sebenar – benarnya ilmu menurut
Immanuel Kant adalah perpaduan antara a priori dan sintetik yang selanjutnya
muncullah zaman modern. Selanjutnya muncullah tokoh yang bernama Auguste Comte
yang mengatakan bahwa agama tidak bisa dipakai untuk membangun dunia karena
tidak logis (Astaghfirullohal’aadziim) di buku yang berjudul positivism. Menurutnya
Agama >> Metafisik >> Positivism (dari bawah ke atas).
Tatanan Masyarakat sekarang sudah
menjelma menjadi archaic (kuno) >> tribal (kesukuan) >>
tradhisional >> feodal >> modern >> postmodern. Sekarang ini
merupakan kehidupan kontemporer. Yang sekarang di back up dengan capitalism,
materialism, pragmatism, utilitarian, liberalism.
Sumber :
https://youtu.be/7jUduy9e8qc
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10219203857639176&id=1590347591
Komentar
Posting Komentar