METAFISIKA KEHIDUPAN

 TUGAS 3

Ulfah Aulia Dewi Yanti

Pendidikan Matematika S1 2017, Universitas Negeri Yogyakarta
Dosen pengampu: Prof. Dr. Marsigit , M.A

METAFISIKA KEHIDUPAN

Metafisika merupakan turunan dari ilmu filsafat atau cabang filsafat yang berkaitan dengan proses analitis atas hakikat fundamental mengenai keberadaan dan realitas yang menyertainya. Hidup manusia itu metafisik. Metafisik itu sifat dibalik sifat, sifat mengikuti sifat dan sifat mempunyai sifat. Sebaik – baiknya manusia itu sifat mengikuti sifat. Setelah yang ada masih ada yang ada dan sebelum yang ada masih ada yang ada karena manusia itu tidak sempurna agar manusia dapat hidup. Manusia itu sempurna di dalam ketidaksempurnaan dan tidak sempurna dalam kesempurnaan.  

Awal dari kegiatan manusia itu ada dua yaitu fatal dan vital. Berikut ini perbedaan fatal dan vital

Fatal

Vital

Fatal itu terpilih

Vital itu memilih

Terpilih itu takdir

Memilih itu ikhtiar

Kenapa takdir? Karena sudah terjadi

Ikhtiar itu belum terjadi masih diusahakan

Bersifat tetap karena tidak bisa diubah oleh siapapun kecuali Allah SWT

Bersifat tidak tetap atau dapat diubah

Idealisme

Realisme

Absolut

Materialistik

Spiritualisme >> Kuasa Tuhan

Bendaisme

Kausal Prima : Sebab dari sebab

 

Definisi atau ketetapan awal atau asumsi

Contoh

Logisism /logika

Hukum Alam

Logisism itu koherentism

Korespondensialism. Yang berkorespondensi itu realita, fakta dan persepsi

Analitik : perjalanan konsep yang tidak terikat waktu

Sintetik : interaksi antar dimensi ruang

Konsisten

Berubah

Aksioma

 

Teorema

 

Aturan atau hukum

 

Bersifat formal

 

Normatif

 

A priori : paham walaupun belum melihat atu mengalaminya.

A priori itu levelnya orang dewasa

A posteriori : paham setelah melihat atau mengalaminya

A posteriori levelnya anak – anak, binatang

Rasionalisme. Tokoh dari rasionalism adalah Rene Descartes. Rene Descartes juga tokoh skeptisme.Skeptisme itu sudah ada sejak zaman Yunani kuno. Rene Descartes karena bingung mencari kepastian antara kenyataan dan mimpi sampai meragukan keberadaan Tuhan.

Empirisme. Tokoh dari empirisme adalah David Hume yang menenntang rasionalisme

Seorang tokoh filsuf yang bernama Permendies menganggap bahwa segala sesuatu itu tetap.

Seorang tokoh filsuf yang bernama Herakleitos  meganggap bahwa segala sesuatu itu berubah.

Hukum A = A (Identitas)

A = A tidak akan terjadi di dalam realita, melainkan di dalam idealita atau pikiran.

Hukum A = A menghasilkan pengetahuan, tetapi belum tentu Ilmu

Hukum identitas A = A tidak terikat oleh ruang dan waktu

Hukum A A

Hukum realita adalah hokum kontradiktif.

Hidup di dunia itu bersifat kontradiksi

Tautologis

Newmentry : Pembaharuan

Esa >> Monoism

Jamak atau pluralism

 

Cerdas filsafat itu jika paham ruang dan waktu. Kebanyakan orang menjadi bermasalah dan menjadi masalah bagi orang lain karena tidak menguasai dunianya dan bahasa -bahasa dunia.

            Hukum kompromi antara A = A dan A A adalah A = A + 1 yang mana bisa benar atau salah dalam kategori fatal dan vital. Pancasila itu monodualism karena hablumminallah (Hubungan dengan Allah) dan hablumminannas ( Hubungan dengan manusia).

            Satu kunci yang tidak bisa dibantah untuk membedakan mimpi dan kenyataan adalah bertanya. (Menjawab kebingungan dari Descartes). Sehingga muncullah Cogito ergo sum : Aku tidak bermimpi karena aku sedang berpikir (Aku ada karena aku berpikir). Sebenar – benarnya ilmu menurut Descartes adalah berdasar pada rasio atau pikiran. Jika tidak berdasar pikiran maka tidak ada ilmu. Menurut David Hume, sebaik – baiknya ilmu harus berdasarkan pengalaman.

Pendapat Descartes yang benar adalah a priori sedangkan pendapat David Hume yang benar adalah sintetik. Kalau ilmu hanya logic saja maka tidak memperoleh apa – apa dan tidak ada perkembangan.

Sebenar – benarnya ilmu menurut Immanuel Kant adalah perpaduan antara a priori dan sintetik yang selanjutnya muncullah zaman modern. Selanjutnya muncullah tokoh yang bernama Auguste Comte yang mengatakan bahwa agama tidak bisa dipakai untuk membangun dunia karena tidak logis (Astaghfirullohal’aadziim) di buku yang berjudul positivism. Menurutnya Agama >> Metafisik >> Positivism (dari bawah ke atas).

Tatanan Masyarakat sekarang sudah menjelma menjadi archaic (kuno) >> tribal (kesukuan) >> tradhisional >> feodal >> modern >> postmodern. Sekarang ini merupakan kehidupan kontemporer. Yang sekarang di back up dengan capitalism, materialism, pragmatism, utilitarian, liberalism.

 

Sumber :

https://youtu.be/7jUduy9e8qc

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10219203857639176&id=1590347591


Komentar

Postingan populer dari blog ini

IMPLEMENTASI FILSAFAT DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

A Priori Sintetik dan Estetika Transendental

LEARNING THEORY (TEORI BELAJAR)